Preview Image
Konten Dakwah Umum

Gurindam Cahaya Iman di Alam Melayu

10 Jan 2026, 07:21 10 Dibaca
Header

Alhamdulillah, segala puji dan syukur dipersembahkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dari-Nya cahaya ilmu dipancarkan, dengan-Nya hati yang gelap diterangkan. Amanah dijunjung setinggi langit, adat dipelihara sedalam laut, syarak dijaga sepanjang hayat, supaya hidup berpedoman dan kerja tidak kehilangan tujuan. Petuah orang bijak sejak dahulu kala menjadi warisan yang tidak lapuk oleh hujan dan tidak lekang oleh panas, menjadi penuntun bagi mereka yang berjalan di jalan pengabdian. Maka dari segala hikmah yang terhimpun, patutlah direnungkan dengan hati yang bening bahawa:

Jika niat disucikan sejak permulaan, pekerjaan berat menjadi ringan, langkah terasa lapang, dan hasil bernilai keberkahan.
Jika ikhlas dijadikan sandaran, lelah berubah menjadi kebaikan, pengabdian terasa indah meski dalam keterbatasan.
Jika ilmu dicari dengan sungguh-sungguh, kebodohan menjauh, akal tercerahkan, dan keputusan menjadi bijaksana.
Jika adab didahulukan daripada bicara, mulialah diri di mata manusia, terpelihara marwah dan kehormatan.
Jika kata ditimbang sebelum diucap, terhindarlah hati dari luka, terjagalah persaudaraan dan rasa saling percaya.
Jika aturan dijunjung dengan setia, tertib kerja terpelihara, ketenteraman pun menyertai setiap langkah.
Jika hukum dipatuhi tanpa memilih, keadilan tegak berdiri, kebenaran tidak terbelah oleh kepentingan.
Jika janji dipegang jangan diingkari, kepercayaan tumbuh dari hari ke hari, menjadi modal pengabdian sejati.
Jika amanah dijaga jangan disia, rahmat Allah turun berlapis-lapis, membuka pintu keberkahan dunia dan akhirat.
Jika tanggung jawab dipikul sepenuh jiwa, tugas terasa indah walau berat dirasa, karena dikerjakan dengan keikhlasan.
Jika sabar dijadikan perisai, ujian besar terasa usai, kesulitan berganti kemudahan.
Jika jujur menjadi pakaian, hati tenteram sepanjang zaman, hidup jauh dari kegelisahan.
Jika adil dijadikan pedoman, kezaliman menjauh, kepercayaan pun tumbuh dalam kehidupan.
Jika hormat dipelihara dalam pergaulan, damai tercipta, perselisihan mudah diredakan.
Jika kebersamaan dijaga dengan rukun, perselisihan mudah dihimpun, perbedaan menjadi kekuatan.
Jika perbedaan diterima dengan bijak, persatuan tidak mudah retak, walau pandangan tidak selalu searah.
Jika waktu dijaga jangan disia, umur bermanfaat dunia akhirat, hidup menjadi lebih bermakna.
Jika kerja disertai doa dan tawakal, hasilnya diberkahi, langkah dijauhkan dari penyesalan.
Jika ilmu diamalkan bukan disimpan, cahaya hidup terus bersinambungan, memberi manfaat bagi sesama.
Jika kuasa diiringi kerendahan hati, kepemimpinan tumbuh penuh arti, dihormati tanpa diminta.
Jika teguran disampaikan dengan hikmah, nasihat sampai tanpa amarah, diterima dengan lapang dada.
Jika kesalahan diakui tanpa dusta, martabat naik derajatnya, kepercayaan kembali terjaga.
Jika kebaikan dibiasakan setiap masa, akhlak mulia menjadi budaya, bukan sekadar wacana.
Jika kesetiaan dijaga dalam pengabdian, nama harum dikenang, jasa terukir dalam ingatan.
Jika tanggung jawab tidak diperdagangkan, marwah diri tetap terpelihara, kehormatan tidak tergadaikan.
Jika kepentingan umum diutamakan, kemaslahatan mudah ditegakkan, keadilan dirasakan bersama.
Jika hati bersih dari iri dan dengki, kerja menjadi tenang, lingkungan pun terasa damai.
Jika tutur lembut dijadikan adat, kerasnya masalah mudah dihadapi, persoalan selesai dengan musyawarah.

Maka ketahuilah, bahawa pengabdian bukan sekadar rangkaian tugas dan kewajiban, melainkan jalan panjang pembentukan diri dan peradaban. Pelayanan bukan hanya soal cepat dan selesai, tetapi tentang adab, ketulusan, dan keadilan yang mengiringi setiap keputusan. Barang siapa bekerja dengan niat yang benar, cara yang lurus, serta hati yang jujur, niscaya Allah mudahkan jalannya, manusia muliakan namanya, dan waktu mengabadikan jasanya.

Oleh sebab itu, jadikanlah setiap langkah sebagai ibadah, setiap kata sebagai nasihat, dan setiap tindakan sebagai amanah. Agar tertata urusan dunia, terpelihara keharmonisan masyarakat, teguh sendi kehidupan bersama, dan di akhirat kelak beroleh keridaan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Bagikan Artikel Ini: